Permainan Lambat Bianconeri Membuat Sarri Kesal

Permainan Lambat Bianconeri Membuat Sarri Kesal

Februari 27, 2020 0 By Klub Taipan88

Bolataipan – Agen Bola Online, Parlay Bola Jalan Terbesar dan Terpercaya Se-Asia

KLUB TAIPAN – Maurizio Sarri sebagai pelatih klub berjulukan Bianconeri merasa kesal dengan performa anak didiknya pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Pelatih berusia 61 tahun ini merasa permainan anak didiknya terlalu lambat. Bertamu ke stadium Parc Olimpique Lyonnais, Christiano Ronaldo dan timnya dipaksa menghentikan perjuangan mereka dengan hasil akhir 0-1.

Gol dari tim Lyon itu dicetak oleh Lucas Tousart pada menit ke 31. Namun, jika dilihat statistiknya seleai pertandingan tersebut, Juventus dinilai tampil lebih dominan dibandingkan tim lawannya.

Ronaldo Gagal Bantu Juventus Raih Kemenangan

Bianconeri lebih mendominasi jalannya pertnadingan pada laga tersebut. Mereka berhasil mencatatkan 65 persen penguasaan bola dan 14 kali percobaan mencetak gol, namun tidak satupun tembakan mereka yang mengarah ke gawang mush.

“Di babak pertama pola bermain terlalu lambat, Babak kedua mereka bermain jauh lebih baik teteapi di Liga Champions itu tidak cukup ketika Anda hanya memanfaatkan setengaj pertandingan saja,” ujar Sarri.

Rasa Kesal Sarri

https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 261 2174817 lyon-vs-juventus-sarri-kesal-dengan-permainan-lambat-bianconeri-IbF7tyFleo.jpg

“Saya tidak tahu mengapa saya tidak berhasil membiarkan pemain saya mengerti bahwa bola harus beredar jauh lebih cepat. Semuanya dimulai dari sana, Kemarin dalam pelatihan kami bisa lebih baik,” lanjutnya.

Meski begitu, peluang si Nyonya Tua untuk lolos ke babak berikutnya masih ada dan terbuka lebar. Sebab, laga Leg kedua akan dimainkan di markas Juventus, Allianz Stadium pada 18 Maret mendatang.

Christiano Ronaldo pun di cap gagal membawa Juventus meraih kemenangan saat menyerang markas Olympique Lyon. Kekalahan ini secara langsung mengingatkan Ronaldo kepada nasib buruk yang dia alamai saat menghadapi Lyon di babak 16 besar liga Champion 2009/2010.

Saat itu Ronaldo masih berseragam Real Madrid dan dia harus rela melihat Los bLancos disingkirkan Lyon dari 16 besar Liga Champions.

Cristiano Ronaldo

Fakta lainnya juga tidak kalah menyakitkan, dimana Madrid hanya sanggup bermain 1-1 saat gantian menjamu Lyon. Saat itu gol Ronaldo pada menit keenam, disamakan sepakan Miralem Pjanic ketika waktu normal menyisakan 15 menit. Alhasil, Madrid tersingkir karena kalah 1-2.

tentu saha hasil ini bukanlah yang diinginkan Ronaldo, Ronaldo memiliki muisi besar musim ini. Dimana dia harus mengantarkan Bianconeri menajdi juara Liga Champions. Alasan utama Juventus mendatangkan Ronaldo adalah untuk memenangkan trofi Liga Champions, gelar yang terakhir kali dimenangi mereka pada 1995-1996.