Berikut Tiga Pelatih Yang Tak Pernah bohongi Lukaku

Berikut Tiga Pelatih Yang Tak Pernah bohongi Lukaku

November 17, 2019 0 By Klub Taipan88

Klubtaipan – Ada tiga sosok pelatih yang dianggap penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, tak pernah mendustai dirinya. Salah satu sosok tersebut ialah pelatihnya pada ketika ini, Antonio Conte Berikut Tiga Pelatih.

Berikut Tiga Pelatih Yang Tak Pernah bohongi Lukaku

Dalam karirnya, Romelu Lukaku telah memperkuat tidak sedikit klub. Dan di masing-masing klub yang ia singgahi ada sosok pelatih-pelatih hebat.

Baru-baru ini, ia menyimpulkan untuk meninggalkan Manchester United. Porsi bermainnya yang mulai tidak banyak selama dirawat Ole Gunnar Solskjaer memaksanya mesti hengkang ke klub beda pada musim panas kemarin.

Inter Milan menjadi kesebelasan yang paling mengharapkan jasanya. Dan pada akhirnya, asa mereka terkabul. Mereka berhasil mengikat Lukaku dengan kontrak berdurasi lima tahun usai menebusnya dari Manchester United dengan mahar menjangkau 80 juta euro.

Pelatih yang tak Pernah Berbohong

Di Inter, ia berpeluang untuk bermain di bawah asuhan Antonio Conte. Perjalanannya sejauh ini lumayan baik, di mana ia sudah mencetak sembilan gol dari 12 penampilannya dalam ajang Serie A musim ini.

Performanya yang rapi tak lepas dari kenyataan bahwa hubungannya dengan Conte berlangsung baik. Satu urusan yang menciptakan bomber asal Belgia tersebut betah dengan Conte ialah kejujurannya, sama laksana waktu diajar oleh dua pelatih lainnya. JUDI ONLINE

Ini sehubungan dengan kejujuran. Saat semuanya berlangsung tidak laksana semestinya, saya hendak dia memberi tahu saya. Saya masih berumur 26 tahun dan masih dapat berkembang, ujar Lukaku laksana yang dilansir dari Football Italia.

[Ronald] Koeman, [Jose] Mourinho, dan [Antonio] Conte semuanya jujur terhadap saya dan tak pernah mendustai saya. Hubungan saya dengan Ole Gunnar Solskjaer juga baik, tetapi saya hendak pergi dan sudah mengatakan tersebut sejak bulan Februari, lanjutnya.

Soal Rasisme di Italia

Baru sejumlah bulan di Italia, Lukaku langsung disambut dengan aksi rasis dari penyokong Cagliari. Namun dirinya tidak kaget, karena sejak sebelum kedatangannya ia telah diberi tahu soal bagaimana permasalahan rasisme terjadi di Italia.

Cagliari ialah masa-masa yang sulit. Mereka telah mengenang saya sebelum pergi ke Italia. Serie A dan UEFA mesti mengerjakan yang lebih baik. Anda dapat menaruh suatu penanda yang bertuliskan ‘tidak guna rasisme’, tapi tersebut tidak cukup, tambahnya. JUDI ONLINE

Berikut Tiga Pelatih

Saya tetap menyenangi Italia, orang-orang di jalanan paling baik terhadap saya, dan family saya pun menyenangi kehidupan di sini, tandasnya.